reader
mencari di Mengarti.blogspot.com gunakan mesin cari ini , di dikung oleh google
Mengarti.blogspot.com        حَسْـــبُنَا الله        بِـــــــــسْمِ الله  ~  اَلْحَمْـــــــــدُ لِله
cukuplah bagi kami ALLAH

3 Oktober 2012

metode kisah


METODE KISAH Para pengkaji di dalam bidang kisah merangkum metode yang menjadi ciri pembeda antara kisah dengan bidang-bidang adab lainnya. Sebagian pengkaji telah menuangkan ciri-ciri tersebut sebagai berikut:
  1. Ciri umum bagi metode periwayatan, yaitu mengalir dan berantai di mana pembaca merasa digiring ke muara; dia menunggu dan menanti akhirnya.
  2. Kisah tersusun secara terangkai dan bersifat simpel, membuang perincian-perincian yang tidak perlu.
  3. Kisah mempunyai target sasaran utama yang bisa diraba secara tidak langsung dari konteks pemaparan.
  4. Ungkapan-ungkapannya mesti jelas dan mudah, karena pembaca lebih fokus kepada alur peristiwa kisah.
  5. Keragaman ungkapan antara lembut dan keras sesuai dengan kondisi dan kepribadian.
  6. Metode pemaparan beragam, antara dialog dan pemaparan.
  7. Di antara metode kisah adalah metode berlebih-lebihan yang terkadang dipakai untuk menarik perhatian terhadap sisi-sisi penting, begitu pula Mu'jamul Ulumil Lughoh Al-Arabiyah, Dr. Muhammad Sulaiman Al-Asyqar,  hlm. 320. metode keterkejutan dan isyarat yang membuka ruang bayangan.
  8. Cinta terkadang masuk ke dalam kisah karena kekuatannya sebagai faktor penunjang. Cinta merupakan perasaan humanis yang universal.

Kisah  Dalam Al-Qur’an Dan Sunnah
Penulis : Syaikh ‘Umar Sulaiman al-‘Asyqor
Penterjemah & Editor : Tim Pustaka ELBA
http://dear.to/abusalma

definisi kisah

DEFINISI KISAH Kata kisah berasal dari bahasa Arab, yaitu " قصة ", dan bentuk jamaknya adalah " قصص " dengan qaf dibaca kasrah. Kisah dalam bahasa Arab adalah berita-berita yang diriwayatkan dan diceritakan. Al-Qur'an telah menamakan berita-berita umat terdahulu yang disampaikan kepada kita dengan sebutan kisah. 
Firman Allah, 
"Demikianlah Kami kisahkan kepadamu sebagian kisah umat yang telah lalu." (QS. Thaha: 99)
"Itu adalah sebagian dari berita-berita negeri (yang telah dibinasakan) yang kami ceritakan kepadamu (Muhammad), di antara negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah." (QS. Huud: 100)
"Dan semua kisah dari Rasul-Rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu." (QS. Huud: 120)
"Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik." (QS. Yusuf: 3)
Dan Allah menamakan pemberitahuan Musa tentang peristiwa-peristiwa dirinya kepada bapak dua orang wanita yang telah dibantunya memberi minum ternak dengan sebutan kisah, 
"Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya dan menceritakan kepadanya cerita darinya." (QS. Al-Qashash: 25)
Asal kisah menurut orang Arab adalah penelusuran jejak. Orang yang ahli dalam urusan jejak berjalan di belakang orang yang hendak diungkap beritanya, maka dia menelusuri jejaknya sampai dia berhenti di tempat dia tinggal. Dan mengutarakan berita-berita disebut kisah karena pembawanya menelusuri peristiwa-peristiwa kisah seperti apa yang terjadi. Dia menelaah lafazh- lafazh dan makna-maknanya. Oleh karena itu, seseorang bukanlah pembawa kisah yang sebenarnya kecuali jika dia membawa peristiwa-peristiwa yang diceritakannya sesuai dengan kejadian sebenarnya. Al-Qur'an menamakan penelusuran jejak dengan qashash (kisah-kisah) dalam firman-Nya, 
"Lalu keduanya kembali mengikuti jejak mereka semula." (QS. Al-Kahfi: 64).
Yang dibicarakan dalam ayat ini adalah Musa dan temannya, ketika keduanya mengetahui bahwa tempat yang ditentukan oleh Allah bagi keduanya untuk menemui seorang hamba yang shalih telah terlewati, maka keduanya kembali menelusuri jejak mereka sendiri agar bisa kembali dengan jalan sama yang telah mereka lalui agar bisa sampai kepada hamba shalih tersebut. Termasuk dalam hal ini adalah firman Allah Taala, 
"Dan berkatalah ibu Musa kepada saudara perempuan Musa, 'Ikutilah dia'." (QS. Al-Qashash: 7).
Si pemberi perintah di sini adalah ibu Musa, kepada saudara perempuan Musa agar menelusuri jejak saudaranya, Musa. Dia ditaruh di peti lalu dihanyutkan di sungai. Demikian juga mengeksekusi pembunuh, yang disebut dengan qishash. Karena keluarga korban mengikuti perbuatan pembunuh, maka mereka memperlakukan pelaku seperti dia memperlakukan korban. Orang-orang Arab menganggap setiap pengutaraan berita sebagai kisah. Hanya saja, jika memperhatikan pemakaian ahli ilmu dan adab (sastra), maka didapatkan bahwa kisah merupakan warna tersendiri yang mempunyai tabiat khusus dari suatu cerita. Jadi, setiap kisah adalah berita dan tidak semua berita adalah kisah. Penciptaan langit, bumi, Malaikat, dan jin yang Allah sampaikan kepada kita adalah berita, bukan kisah. Nama-nama para Nabi dan Rasul serta nama-nama bapak mereka yang Allah sampaikan kepada kita adalah berita, bukan kisah. Adapun berita-berita para Rasul bersama kaum mereka, pergolakan antara kelompok yang baik dan buruk disebut dengan kisah dan juga berita. Kisah didefinisikan dengan ilmu menceritakan peristiwa-  peristiwa dan perbuatan-perbuatan dengan metode bahasa tertentu yang berujung pada target tertentu. Kisah adalah ilmu sastra yang sangat tua umurnya. Selalu menyertai umat-umat manusia dari zaman primitif sampai masa puncak peradaban. Ia memiliki posisi yang istimewa di antara bidang-bidang (sastra lainnya), karena keluasan dan cakupannya terhadap tujuan-tujuan yang berbeda-beda. Metode bahasanya indah dan ringan bagi jiwa. Al-Qur'an telah mencapai puncak kisah tertinggi dan terlengkap.


Kisah  Dalam Al-Qur’an Dan Sunnah
Penulis : Syaikh ‘Umar Sulaiman al-‘Asyqor
Penterjemah & Editor : Tim Pustaka ELBA
http://dear.to/abusalma

30 September 2012

Keutamaan Shalat Shubuh Dan Ashar

kitab riyadhus shalihin yang menerangkan tentang:
Bab 188

Keutamaan Shalat Shubuh Dan Ashar

1044. Dari Abu Musa r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang bersembahyang shalat bardain - yakni shalat Subuh dan shalat Asar, maka ia akan masuk syurga." (Muttafaq 'alaih)

1045. Dari Abu Zuhairyaitu Umarah bin Ruwaibah r.a., katanya: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Tidak akan masuk neraka seseorang yang bersembahyang sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya," yakni shalat Subuh dan shalat Asar. (Riwayat Muslim)

1046. Dari Jundub bin Sufyan r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang bersembahyang Subuh, maka ia adalah dalam tanggungan Allah - yakni mengenai keselamatan dirinya dan Iain-Iain. Maka perhatikanlah, hai anak Adam - yakni manusia, janganlah sampai Allah itu menuntut kepadamu sesuatu dari tanggungannya." (Riwayat Muslim) 
Keterangan Hadis di atas harap dilihat dalam Hadis no. 388.

1047. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Berganti-gantilah untuk menyertai engkau semua beberapa malaikat di waktu malam dan beberapa malaikat di waktu siang. Mereka sama berkumpul dalam shalat Subuh dan shalat Asar. Kemudian naiklah malaikat yang bermalam denganmu semua itu, lalu Allah bertanya kepada mereka, padahal sebenarnya Allah adalah lebih Maha Mengetahui tentang hal-ihwal hamba- hamba-Nya, tanyaNya: "Bagaimanakah engkau semua meninggalkan hamba-hambaKu?" lalu para malaikat itu menjawab: "Kita meninggalkan mereka dan mereka sedang melakukan shalat dan sewaktu kita mendatangi mereka itu, juga di waktu mereka melakukan shalat." (Muttafaq 'alaih)

1048. Dari Jarir bin Abdullah al-Bajali r.a., katanya: "Kita semua ada di sisi Nabi s.a.w. Beliau s.a.w. lalu melihat bulan di malam bulan purnama - yakni tanggal empatbelas bulan hijriyah, kemudian beliau bersabda: "Engkau semua akan dapat melihat Tuhanmu sebagaimana engkau semua melihat bulan ini, tidak akan memperoleh kesukaran engkau semua dalam melihatNya itu. Maka jikalau engkau semua dapati tidak akan dialahkan oleh shalat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya, maka lakukanlah itu," maksudnya jangan sampai dialahkan oleh sesuatu hal sehingga tidak melakukan kedua shalat itu dan jelasnya ini adalah merupakan perintah wajib. (Muttafaq 'alaih)
Dalam suatu riwayat disebutkan: "Beliau s.a.w. lalu melihat ke bulan pada malam bulan purnama itu - yakni bulan tanggal empatbelas."

1049. Dari Buraidah r.a., katanya: "Nabi s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang meninggalkan shalat Asar, maka leburlah -yakni rusaklah - amal kelakuannya." (Riwayat Bukhari)

[ sumber : kitab riyadhus shalihin ]
[ Al-qur'an dan Hadits ]
by : http://mengarti.blogspot.com